Search Scholarships

Satu hal yang saya sayangkan, bahwa angan-angan untuk kuliah di luar negeri tidak mendominasi di hati-hati teman-teman SMA saya saat itu. Beberapa di antaranya bahkan sudah enggan saat saya ajak untuk mencari informasi beasiswa. Belakangan hari, saat saya ikut seleksi suatu beasiswa, saya juga tidak merasa bahwa finalis-finalis yang ada saat itu benar-benar sungguh-sungguh ingin bisa kuliah di luar negeri. Namun sebaliknya saya juga salut dengan alumni-alumni dari sebuah SMA yang sangat bersemangat bersama-sama mencari informasi-informasi tawaran-tawaran beasiswa yang ada.

Strategi Mencari Beasiswa di Jepang

Danardono Dwi Antono
Mahasiswa Program Doktor di Tokyo University

Lulus SMA, mendapat kesempatan studi ke luar negeri dengan beasiswa yang cukup merupakan impian sejak kecil. Apalagi dengan beasiswa itu kami tidak hanya dapat hidup layak dan mandiri di luar negeri, tapi juga bisa mempunyai kesempatan untuk jalan-jalan, mencicipi teknologi baru dan menambah wawasan lain. Selain juga karena bisa segera hidup mandiri di luar negeri tanpa bergantung pada bantuan keuangan dari orang tua menumbuhkan suatu kebanggaan di hati. Bahkan sebaliknya, banyak dari kami menyisihkan sebagian dari beasiswa, untuk membantu orang tua dan kakak/adik, memberi kesempatan berbakti kepada orang tua, dan berbagi kebahagian dengan anggota keluarga lain.

Menggapai mimpi

Dari kecil, salah satu impian saya adalah sekolah ke luar negeri. Sekolah di negara yang turun salju saat musim dingin tiba, begitulah angan-angan saya dulu. Beruntung sekali saya memiliki orang tua yang walau tidak mampu untuk menyekolahkan anak-anaknya ke luar negeri, namun selalu memompakan semangat dan motivasi untuk belajar yang giat dan menyarankan untuk selalu mencari informasi beasiswa ke luar negeri karena itulah jalan satu-satunya agar saya bisa sekolah di luar negeri. Saat itu biaya kuliah belum semahal sekarang, toh kuliah di PTS misalnya tampaknya memberatkan bagi keluarga kami. Terinsipirasi kisah hidup orang tua yang selalu menceritakan bahwa dulunya dia sudah bisa bekerja sejak lulus SMA, saya pun berniat untuk bisa mandiri sejak lulus SMA. Saat itu lah, saya berpikir singkat mendapat beasiswa full untuk kuliah di luar negeri adalah jalan singkat merealisasi niat dan impian saya tersebut.

Saya percaya bahwa mimpi tidak akan datang sendiri namun harus diperjuangkan. Usaha untuk meraihnya perlu diniati dan disungguhi. Masuk SMA, saya mulai buka mata pasang telinga. Rajin bertanya-tanya ke guru-guru di SMA, mencari-cari info di surat kabar dimana saat itu internet belum ada. Tentunya akan sangat berguna jika kita mencari informasi beasiswa mulai dari 2 tahun sebelum lulus SMA. Minimal kita tahu keberadaan program beasiswa itu yang pada saatnya setelah lulus SMA kita tahu kepada siapa kita harus mencari tahu informasi beasiswa tersebut. Tinggal di Jakarta, saat kelas 3 SMA, saya bahkan kadang datang atau menelpon ke Kedutaan Besar / Pusat Kebudayaan Asing untuk sekedar bertanya apakah ada beasiswa yang tersedia untuk lulusan SMA. Dengan adanya internet, mencari informasi beasiswa untuk pelajar SMA sekarang terutama yang tinggal di luar Jakarta tampaknya sudah tidak sesulit dulu.

Satu hal yang saya sayangkan, bahwa angan-angan untuk kuliah di luar negeri tidak mendominasi di hati-hati teman-teman SMA saya saat itu. Beberapa di antaranya bahkan sudah enggan saat saya ajak untuk mencari informasi beasiswa. Belakangan hari, saat saya ikut seleksi suatu beasiswa, saya juga tidak merasa bahwa finalis-finalis yang ada saat itu benar-benar sungguh-sungguh ingin bisa kuliah di luar negeri. Namun sebaliknya saya juga salut dengan alumni-alumni dari sebuah SMA yang sangat bersemangat bersama-sama mencari informasi-informasi tawaran-tawaran beasiswa yang ada.

Mendapat beasiswa

Lulus SMA, saya mendapat beasiswa full dari Mitsui Bussan, sebuah perusahaan Jepang, untuk studi Bahasa Jepang dan kuliah S1 di Jepang. Yang saya maksud dengan beasiswa penuh adalah beasiswa yang terdiri dari gaji bulanan (monthly allowance) dan biaya kuliah, karena ada beasiswa lain yang hanya memberikan gaji bulanan saja. Dalam sistem seleksinya, Mitsui Bussan bekerja sama dengan Dikdasmen dan eksklusif untuk SMA yang ditunjuk Dikdasmen. Hal ini dilakukan untuk penghematan biaya pelaksanaan, karena hanya 2-3 pelajar yang akan terpilih untuk menjadi penerima beasiswa ini.

Walau sayangnya program beasiswa Mitsui Bussan berhenti mulai tahun ini, namun di sini saya tuliskan tahap-tahap penyeleksian yang mungkin berguna untuk kesempatan lain. Materi seleksi pertama adalah ujian tulis Matematika dan Bahasa Inggris. Dari seleksi pertama terpilih sekitar 12-16 orang yang berhak ikut ujian kedua berupa tes kesehatan, psikologi, maupun wawancara. Persiapan untuk wawancara begitu penting, karena ini lah yang paling menentukan. Nilai terbaik menjadi tidak berarti kalau anda dianggap sebagai orang yang tidak komunikatif dan emosional.

Kondisi sepuluh tahun lalu mungkin berbeda dengan sekarang. Namun saat itu tawaran beasiswa ke luar negeri yang tersedia untuk lulusan SMA adalah ke Jepang untuk banyak bidang, dan Belanda untuk bidang ekonomi. Belakangan ada tawaran beasiswa dari Singapura, namun tidak beasiswa full dan informasinya tidak tersebar luas. Beasiswa ke Jepang sendiri terutama dari Monbukagakusho melalui Kedutaan Besar menyediakan beberapa jenis beasiswa untuk lulusan SMA dan untuk lulusan S1. (Lebih lengkapnya lihat http://www.id.emb-japan.go.jp/scholarship.html) untuk jelasnya. Dua hal yang perlu saya tekankan di sini, pertama adalah sangat sulitnya untuk lulus Program S-1 untuk kedokteran umum dan kedokteran gigi sehingga dianjurkan untuk memilih jurusan lain bagi yang berminat dengan kedua jurusan itu. Kedua adalah, saya pribadi tetap menganjurkan untuk mengambil program D-3 walau di Indonesia sudah diterima di PTN-PTN ternama, karena setelah lulus D-3 kesempatan untuk mendapatkan degree bisa diperoleh dengan melanjutkan kuliah selama 2 tahun ke Universitas (langsung tingkat 3). Apalagi kalau mengingat begitu mahalnya biaya kuliah di Indonesia. Sebagai referensi, uang masuk di universitas negeri di Jepang, sekitar 300.000 yen, sementara uang kuliah satu semester 270.000 yen. Dibanding kuliah di luar negeri lain, Amerika maupun Australia, biaya pendidikan di Jepang termasuk murah. Belum lagi ditambah dengan adanya kemungkinan mendapat keringanan uang sekolah di universitas negeri tertentu. Penulis sendiri mendapat kemudahan bebas uang kuliah 100% selama lebih dari 3 tahun.

Untuk beasiswa program Pasca-Sarjanaa selain beasiswa Monbukagakusho jenis G-to-G untuk pegawai negeri sipil dan jenis U-to-U untuk umum, juga ada beasiswa Panasonic untuk program Master http://www.panasonic.co.id/panasonic_scolarship/index.asp.

Beberapa hal yang mungkin menjadi pikiran saat mencari beasiswa untuk kuliah di luar negeri adalah pertama apakah adanya perjanjian seperti ikatan kerja setelah selesai program beasiswa. Beasiswa yang saya sebut di atas, tidak ada yang memiliki ikatan kerja. Untuk beasiswa lain, kalaupun ada perjanjian tertentu, tentunya penerima beasiswa yang sudah lulus SMA maupun orang tuanya sudah cukup dewasa untuk mengerti arti dan tanggung jawab sebuah akad/perjanjian dengan menyatakan kesanggupannya menerima beasiswa tersebut. Catatan lain adalah tentang jurusan- jurusan di universitas di Jepang, yang tentunya belum tentu sama dengan apa yang ada di Indonesia, juga dengan tingkat kesulitan masing-masing jurusan. Di kampus saya, untuk undergraduate course, Jurusan Fisika di Fakultas Science adalah jurusan yang banyak diminati, dan tempat berkumpulnya mahasiswa pandai yang berminat di bidang Science maupun Engineering. Bisa kita bandingkan dengan jurusan Fisika di fakultas MIPA di universitas-universitas di Indonesia yang kurang diminati. Lulusan Fakultas Science tentunya juga dapat masuk ke bidang-bidang Engineering saat mencari kerja, dan juga sebaliknya. Sehingga kekhawatiran bahwa lulusan Science sulit mencari kerja tentunya tidak terbukti. Apalagi untuk negara seperti Jepang, dimana setiap perusahaan biasanya mempunyai unit Research and Development yang tentunya membutuhkan lulusan dari berbagai jurusan. Terakhir dan terutama mungkin, kekhawatiran untuk memilih Jepang sebagai tempat studi memang beralasan. Tentunya karena kesulitan bahasa Jepang yang menggunakan kanji itu sendiri. Namun untuk masing-masing program beasiswa terutama untuk beasiswa Monbukagakusho, biasanya juga mencakup studi bahasa Jepang yang cukup untuk dapat mengikuti kuliah di universitas.

Tinggal di Jepang

Saya belum pernah tinggal di luar negeri selain Jepang, namun dengan kemampuan berbahasa Jepang yang saya miliki, saya merasakan kehidupan di Jepang begitu menyenangkan. Kekurangan dengan tinggal di Jepang adalah tentunya berkurangnya kesempatan menggunakan bahasa Inggris. Biaya hidup mungkin memang tinggi, tapi selama mendapat beasiswa yang cukup rasanya itu bisa diakomodasi, termasuk di dalamnya uang kuliah yang relatif murah kalau dibanding dengan di negara-negara seperti Amerika, Inggris atau Australia. Kesempatan untuk bekerja paruh waktu pun terbuka lebar. Kalau melihat perjuangan teman-teman dari Cina maupun Korea misalnya, mereka rata-rata tidak mendapatkan beasiswa juga tidak semua datang dari keluarga kaya, toh mereka bisa survive tinggal di Tokyo misalnya. Tidak lain dan tidak bukan, karena mereka berjuang keras untuk itu dengan kerja paruh waktunya bahkan sampai mengorbankan waktu tidurnya. Semangat seperti itu yang mungkin masih kurang di antara kita bangsa Indonesia.

Beasiswa pertama saya habis seiring dengan lulusnya saya dari program S1. Untuk melanjutkan studi tentunya saya membutuhkan beasiswa lain. Mencari beasiswa lain tidak mudah namun tetap kemungkinan itu selalu ada. Walau tergantung universitasnya, namun tawaran beasiswa untuk mahasiswa asing yang berbagai jenis macam dan besarnya tetap ada. Walau sulit tentunya kemungkinan mendapat beasiswa selalu terbuka. Di universitas saya, kebetulan tawaran beasiswa banyak sekali, hanya saja karena di kampus saya banyak sekali mahasiswa asing sehingga biasanya ada seleksi untuk tiap-tiap beasiswa yang memerlukan rekomendasi dari universitas. Sebaliknya di universitas lain, walau tawaran beasiswa sedikit, namun karena jumlah mahasiswa asingnya sedikit, kesempatan mendapatkan beasiswa menjadi besar. Hanya siswa yang lulus seleksi yang akan direkomendasikan universitas untuk bisa mendaftar beasiswa tersebut. Selain melalui jalur kampus, ada juga jenis beasiswa yang bisa diakses oleh setiap mahasiswa asing tanpa melalui kampus, alias daftar langsung. Tentunya untuk memperoleh beasiswa jenis ini pun ada seleksinya. Untuk beasiswa dengan cara mendaftar langsung seperti ini, peran "menjual diri" dalam bahasa Jepang sangat signifikan dalam menulis formulir dan saat seleksi wawancaranya. Beasiswa-beasiswa yang saya sebutkan ini biasanya datang dari perusahaan-perusahaan, dan hampir semua tidak menyaratkan perjanjian khusus setelah program beasiswa berakhir. Selain itu ada beasiswa yang diberikan dari universitas.

Sebagai pengalaman pribadi, saya mendapat beasiswa Epson selama 2 tahun setelah lulus seleksi di kampus dan direkomendasikan universitas. Setelah direkomendasikan universitas, biasanya kemungkinan mendapat beasiswa tersebut menjadi sekitar 90%. Selain itu saya juga sedang mendapat beasiswa Tokyu melalui jalur daftar langsung. Sebagai gambaran saat saya mendaftar beasiswa Tokyu itu perbandingan jumlah siswa yang lulus seleksi dan yang mendaftar adalah 18/950. Program beasiswa lain biasanya hanya menyediakan 10 tempat untuk penerima beasiswa baru setiap tahunnya. Besar beasiswa tiap-tiap program berbeda begitu pula dengan waktu penerimaan beasiswa, ada yang satu tahun ada pula yang dua-tiga tahun.

Penyebaran informasi

Banyak teman-teman yang mengeluhkan tidak menyebarnya informasi-informasi beasiswa terutama untuk lulusan SMA di daerah-daerah menyebabkan penerima beasiswa terutama di masa lalu terpusat untuk pelajar-pelajar di kota besar. Beruntunglah pelajar yang sekolahnya menyediakan informasi-informasi tersebut, namun jelas tidak semua sekolah seperti itu. Berkat internet, penyebaran informasi beasiswa di Indonesia menjadi lebih baik dibanding 10 tahun lalu, yang hanya bisa dibaca melalui pengumuman di surat kabar tertentu seperti Kompas misalnya. Salah satu cara lain, adalah kontribusi penerima beasiswa untuk menyebarkan informasi tersebut ke almamaternya. Cara ini lah yang saya tempuh selama ini sebagai kontribusi saya kepada almamater, mengingat saya juga mendapat beasiswa pertama kali melalui SMA saya itu. Namun sayangnya tidak banyak yang melakukan cara tradisional seperti ini dengan berbagai alasan. Cara lain untuk memperoleh banyak informasi mengenai beasiswa di luar negeri terutama untuk pasca sarjana, adalah melalui mailing list (milist) beasiswa@yahoogroups.com yang memiliki member sampai ribuan banyaknya. Saya yang juga member di mailing list sangat salut terutama kepada moderator-moderator milist ini yang banyak mengshare berbagai informasi beasiswa di situ.

Membaca tulisan-tulisan yang muncul di milist itu, terasa bahwa semangat untuk sekolah di luar negeri bagi banyak orang Indonesia meningkat yang mungkin perlu disimak bagi kita semua yang sudah sukses mendapat beasiswa dan studi di luar negeri agar semangat kita semua untuk belajar keras tidak luntur saat sudah tiba dan belajar di luar negeri walaupun menemui berbagai kesulitan dalam hidup di negara asing. Karena memang hidup di negara asing tidak mudah.

Catatan terakhir saya berikan kepada pencari beasiswa yang berminat sekolah di Jepang. Yaitu jangan biarkan sikap 'ingin selalu disuapi' dalam mencari informasi. Dengan adanya internet, informasi-informasi untuk kehidupan di Jepang misalnya tentunya semakin mudah dicari, misalnya melalui situs berikut http://www2.jasso.go.jp/index_e.html atau pengumuman tawaran beasiswa http://www.dikti.org/beasiswa/. Membaca pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul di milist PPI-Jepang pun membuat saya perlu menekankan agar pencari beasiswa lebih aktif dan mampu mendefinisikan studi dan minat riset yang diinginkan. Karena kadang ada permohonan bantuan untuk mencarikan contact Professor di bidang TI untuk bisa mendaftar beasiswa Monbukagakusho untuk paska-sarjana misalnya tanpa penjelasan lebih detil tentang bidang riset yang diminati, atau bahkan identitas pribadinya. Orang lain pun tentunya akan sulit dan malas membantu kalau tidak melihat kesungguhan pencari informasi. Yang terbaik adalah usahakan mencari informasi sendiri melalui internet atau kalau tinggal di Jakarta dan sekitarnya, bisa berkunjung ke Pusat Kebudayaan Jepang misalnya untuk dapat bertanya lebih lanjut untuk studi ke Jepang dan prosedur-prosedurnya. Lalu setelah usaha untuk mencari contact Professor dilakukan namun tidak membuahkan hasil, barulah mencoba bertanya. Namun tentunya jangan terlalu mengharapkan akan datangnya jawaban dengan cepat. Karena tentunya orang lain yang berbeda bidang keahliannya, tidak mampu memberikan saran, belum lagi karena kesibukan orang yang ditanya.

Penutup

Biaya sekolah yang semakin tinggi dari tingkat Taman Kanak-kanak sampai perguruan tinggi di Indonesia akhir-akhir terasa begitu memprihatinkan. Bagi penulis hal itu menjadi ironis dengan kenyataan bahwa dengan tinggal di Tokyo yang tahun ini kembali terpilih sebagai kota yang termahal di dunia ternyata mengantarkan untuk tidak sekedar lulus S1, namun juga S2 dan sekarang studi S3 tanpa biaya dari orang tua. Semoga anak-anak Indonesia mendapat haknya untuk bisa menikmati pendidikan dengan biaya yang terjangkau.

Sumber: Buletin Inovasi PPI Jepang



================
Info Beasiswa Indonesia Sekolah Diploma S1 S2 S3 dalam negeri dan luar negeri



Subscribe info beasiswa scholarship S1 S2 S3 via email

Related Posts :



0 comments


Scholarships and Jobs Search



Top Ten Tips for Winning Scholarship Applications
�� by Kay Peterson, Ph.D.
Before you submit your scholarship application, check out these tips, provided by scholarship sponsors nationwide.
Tip #1: Apply only if you are eligible.
Read all the scholarship requirements and directions carefully to makesure you're eligible before you send in your application.

Tip #2: Complete the application in full.
If a question doesn't apply, note that on the application. Don't justleave a blank. Supply all additional supporting material, such astranscripts, letters of recommendation and essays.

Tip #3: Follow directions.
Provide everything that's required, but don't supply things that aren't requested����you could be disqualified.

Tip #4: Neatness counts.
Always type your application, or ifyou must print, do so neatly and legibly. Make a couple of photocopiesof all the forms before you fill them out. Use the copies as workingdrafts as you develop your application packet.

Tip #5: Write an essay that makes a strong impression.
The key to writing a strong essay is to be personal and specific.Include concrete details to make your experience come alive: the who,what, where, and when of your topic. The simplest experience can bemonumental if you present honestly how you were affected.

Tip #6: Watch all deadlines.
To help keep yourself on track,impose your own deadline that is at least two weeks prior to theofficial deadline. Use the buffer time to make sure everything is readyon time. Don't rely on extensions����very few scholarship providers allowthem at all.

Tip #7: Make sure your application gets where it needs to go.
Put your name (and Social Security number, if applicable) on all pagesof the application. Pieces of your application may get lost unless theyare clearly identified.

Tip #8: Keep a back-up file in case anything goes wrong.
Beforesending the application, make a copy of the entire packet. If yourapplication goes astray, you'll be able to reproduce it quickly.

Tip #9: Give it a final "once-over."
Proofread the entireapplication carefully. Be on the lookout for misspelled words orgrammatical errors. Ask a friend, teacher or parent to proofread it aswell.

Tip #10: Ask for help if you need it.
If you have problems with the application, don't hesitate to call the funding organization.

*** Scholarship Applications that Win!
by Bill Reynolds at FreSch!

Bill, whose son won 10 scholarships, shared seven excellent tips on how to make your scholarship application stand out. I liked his tips so much, I've given them their own page! Many thanks to Bill for sharing his experiences!

Tip #1. ATTENTION TO DEADLINES
Try and have your application arrive EARLY as possible, absolutely not after the deadline date! I like to send applications with a "return receipt requested" or "registered" to make sure they get there. I think that this also conveys a positive characteristic about the sender.

Tip #2 START YOUR APPLICATION WITH A "THANK YOU" COVER LETTER
Sample Packet Cover Letter

1111 WinOne Street
Pensacola, Fl 32503
9 September 1999
Mary Smith, President
Whatever Scholarship Committee
Orlando Central Parkway
Orlando, Florida (zip code)
Dear Ms. Smith,

This letter is an introduction of myself, (your name), and my desire to participate in the (whatever it is called) Scholarship Program. I have been accepted to (Name of your College) for the 1999 fall term.

I would like to thank you and the (whatever) Scholarship Committee for supporting college bound students with an opportunity for financial assistance through your scholarship program. Enclosed you will find my application form, high school transcript, ACT results, letters of recommendation, and other pertinent information. Again, thank you for your interest on my behalf and for the youth of our state.

Respectfully,

(your name)

Scholarship Applications that Win!

by Bill Reynolds at FreSch!

Bill, whose son won 10 scholarships, shared seven excellent tips on how to make your scholarship application stand out. I liked his tips so much, I've given them their own page! Many thanks to Bill for sharing his experiences!

Tip #1. ATTENTION TO DEADLINES
Try and have your application arrive EARLY as possible, absolutely not after the deadline date! I like to send applications with a "return receipt requested" or "registered" to make sure they get there. I think that this also conveys a positive characteristic about the sender.

Tip #2 START YOUR APPLICATION WITH A "THANK YOU" COVER LETTER
Sample Packet Cover Letter

1111 WinOne Street
Pensacola, Fl 32503
9 September 1999

Mary Smith, President
Whatever Scholarship Committee
Orlando Central Parkway
Orlando, Florida (zip code)

Dear Ms. Smith,

This letter is an introduction of myself, (your name), and my desire to participate in the (whatever it is called) Scholarship Program. I have been accepted to (Name of your College) for the 1999 fall term.

I would like to thank you and the (whatever) Scholarship Committee for supporting college bound students with an opportunity for financial assistance through your scholarship program. Enclosed you will find my application form, high school transcript, ACT results, letters of recommendation, and other pertinent information. Again, thank you for your interest on my behalf and for the youth of our state.

Respectfully,

(your name)

Tip #3 ANSWER THE "MAIL"
While this seems obvious, you must construct your application to make it EASY for the committee to see that you have provided every thing that was required. I like to provide items in the order that they are listed in the application. If possible, do not mix items on the same page. In another tip I am going to tell you to add extra items that were not requested to give your application that something extra. However, DO NOT add extra items if you are specifically told not to add anything extra. This means that you can not follow directions if you add items when your are forbidden to do so.

Tip #4 ADD EXTRA ITEMS TO YOUR APPLICATION (if not forbidden).
This is where you get to be creative to find ways and things that present you in a positive light to the selection committee. Here are a few ideas to get you started:

1. Write a short essay on MY EDUCATION/CAREER GOALS. Try to keep to one page but no more than two.

2. Write a paragraph or two on how this scholarship award will help you reach your education/career goals.

3. My son's guidance counselor gave him a paper that congratulated him on being in the top 10% of his class and acknowledged his hard work to get there. We included this because it put him in a "positive light" and his hard work at his academics was recognized.

4. Before my son reached his 18th birthday, he registered for the Military Draft as required for all males when they reach the age of 18. He received a letter from the draft board congratulating him for doing his civic duty prior to his 18th birthday. You guessed it, this was also one of our "extra items". A lot of scholarship committee members have military backgrounds or see this as good citizenship for this applicant.

5. One of the best extra items is a letter of acceptance for admission to "any" college. If the scholarship application is not for a specific college, you will be able to use the award at "any" college. You do not have to use it at the college you used in your application. Later you can get more college acceptance letters and when your make your selection you can notify the scholarship award committee of where to send the award. Therefore, any letter of acceptance shows that your are serious but it does not "lock" you into using the award at that college.

These are just a few examples to get you thinking. I would limit my extras to three or four at the most. Too many and you "sour" your application. Again, MAKE SURE you are not forbidden to add extra items before you do so.

Be creative to find things that make you look good and share them with the committee.

Tip #5 PERSONALIZE LETTERS OF RECOMMENDATION
This is a tip that conveys you took the time to make this application special. When you have a letter of recommendation addressed to the specific organization or person that is administering the application process it says that you took the time and effort to make this letter "Special" for them. If all you have is a letter that starts "To Whom It May Concern", it is better than nothing. But if you can personalize the letter it says you cared to send the very best.

SUB TIP #5a Offer to do the work for the writer of your letter of recommendation. For example, you want to apply to twenty scholarship programs. When you ask someone to write you "1" letter of recommendation they say sure. When you say you need twenty letters they say "sorry" I don't have the time. Once they write you one letter, ask if you can put it on the computer so the TO ADDRESSEE can be personalized for each application and your writer only has to "sign their name twenty times". Now your writer is happy to help you because you have done the work and make it easy for them to help you. If they have nice letter head, ask for blank copies to be used in this process.

SUB TIP #5b This is an "ADD EXTRA ITEM/s" when the application does not require a letter of recommendation.

SUB TIP #5c Try and get three to five letters of recommendation in your files. This will let you pick and choose which one or ones to send in for a specific application. I would never send more than three for an application unless the directions ask for more. I will cover some tips to give your recommendation writer in a later TIP.

TIP #6 - PROOF READ ALL MATERIALS and NEATNESS IS A MUST
When you write anything you must use correct grammar and spelling. If you have a problem in this area ask your English teacher to help you with proofreading your essay, cover letter, extra items you have included, and even letters of recommendation prepared by others. When there are hundreds or thousands of applications to review, correctness and neatness become the first screen out factor. Only when the "pile" is smaller does the content of your application start to become a factor in the selection process.

TIP # 7 - SUBMIT YOUR APPLICATION IN A CLEAR PLASTIC FOLDER
Now that your application is complete, the final "presentation" tip is to place all of your items in a clear plastic folder, with a slide locking binder. I like the cheap clear ones so that your "Thank You Cover Letter" (Tip #2) is on top. For that final "touch" I also like to include a wallet size picture of the student in the lower left side of your packet. The next item/s in you application packet are those required in the application (Tip #3 Answer the mail). Next I add any extra items (if not forbidden) and finally I place any letter(s) of recommendations.

If "extras" are forbidden, you should consider NOT using a plastic folder, however, this can be a judgement call on your part. Read the application carefully again regarding extras. Some judges feel the plastic folders "give them more work" (to remove the applications from the plastic folder) while others have no problem with it, even though they may forbid extras. I know, this can be confusing!

Your application packet is a great looking presentation of YOU, don't mess it up by folding it to fit a small envelope. Use an 8X10 type envelope so your application arrives looking great. Consider sending it "Return Receipt Requested" so you know it arrived!
Read a lot more scholarships tips here

Post a Comment

Beasiswa S1 S2 S3 Scholarship

Featured Sites